Kebijakan Editorial Primbon Jawa – Panduan Resmi KaweruhJawa

Terakhir diperbarui: 20 September 2025

Kebijakan Editorial Primbon Jawa — pendekatan non-deterministik KaweruhJawa
Kebijakan Editorial Primbon Jawa — prinsip & kurasi konten.

Pembuka & Tujuan

Kebijakan Editorial Primbon Jawa ini menjelaskan cara KaweruhJawa menyusun, meninjau, dan menyajikan materi tentang
weton, wuku, dan pasaran. Pendekatan kami non-deterministik: konten berfungsi sebagai
rujukan budaya untuk refleksi, bukan penentu nasib. Wejangan Ki Tutur: iki kompas, dudu sopir; keputusan tetap ana ing panjenengan.

Tujuan utama kami adalah menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan kontekstual, agar pembaca bisa memahami makna tradisi tanpa jebak
fatalisme. Bahasa Jawa hadir sebagai bumbu identitas; narasi dominan bahasa Indonesia agar mudah dipahami.

Prinsip Non-Deterministik (Inti Kebijakan Editorial Primbon Jawa)

  • Bahan renung, bukan kepastian. Hasil pembacaan weton diperlakukan sebagai indikasi untuk eling lan waspada, bukan vonis.
  • Konteks diutamakan. Angka/neptu selalu dijelaskan bersama latar budaya dan variasi tafsir.
  • Saran praktis, anti-fatalisme. Rekomendasi disusun sebagai langkah bijak yang dapat ditempuh—bukan keharusan metafisik.
  • Bahasa netral & inklusif. Kami menghindari diksi “pasti baik/jelek”; yang dipakai “lebih pas/kurang pas”, “yang perlu disadari”.

Sumber, Kurasi, & Verifikasi

Konten dirakit dari primbon, serat, dan kajian budaya Jawa yang kami kurasi. Tim redaksi (Ki Tutur dkk) melakukan
editing untuk akurasi, konsistensi istilah, dan keterbacaan. Setiap pemutakhiran dilengkapi tanggal agar pembaca mengetahui versi terbaru.

Kami mendorong pembaca menelaah rujukan umum seperti
Wikipedia: Primbon dan
Wikipedia: Wuku
untuk memperkaya pemahaman. Tautan tersebut bersifat informatif (dofollow) dan berada di luar kendali kami.

Standar Penulisan & Gaya Bahasa

  • Struktur. Hierarki H1–H2–H3 rapi; judul tegas, isi padat, daftar poin saat perlu.
  • Terminologi. Istilah Jawa dipertahankan—weton, wuku, pasaran—disertai penjelasan Indonesia.
  • Contoh. Ilustrasi penggunaan diberikan sebagai contoh refleksi, bukan prediksi mutlak.
  • Aksesibilitas. Kalimat jelas, paragraf pendek, dan alternatif teks pada gambar.

Batasan & Etika

Kami tidak memberi klaim medis, finansial, atau hukum. Untuk keputusan berisiko, silakan rujuk profesional terkait.
Konten bersifat edukatif & informasional. Segala konsekuensi penerapan tafsir menjadi tanggung jawab pengguna.

Transparansi & Koreksi

Temukan kekeliruan istilah atau makna? Monggo kirimkan melalui
Hubungi Kami.
Kami meninjau dengan itikad baik dan memperbarui dokumen bila diperlukan.

Tautan Terkait (Internal & Eksternal)

Wejangan Penutup

Gunakna pepadang iki kanthi eling lan waspada. Ambil manfaat, tinggalke sing ora cocog. Papat kata kunci kami:
refleksi, konteks, etika, welas asih.

 

 

Scroll to Top